Meditasi dalam Pendekatan Psikologi
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan memahami bagaimana aktivitas mental individu. Psikologi umum mempelajari, menguraikan dan menyelidiki berbagai aktivitas psikis manusia secara umum, misalnya inteligensi, emosi, motivasi dll. Serta mencari dalil yang sifat umum dari perilaku danmelahirkan teori baru sedangkan Psikologi khusus mempelajari perilaku individu dalam situasi khusus. Misalnya psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi pendidikan, psikologi kepribadian, psikologi patologi, dll.
Pada awalnya meditasi adalah nama generik yang diberikan orang barat untuk belajar agama di dunia Timur. Namun kini Meditasi lebih dikembangkan dan dipahami secara modern dengan pendekatan Ilmu Psikologi, tanpa terikat dalam bentuk ajaran agama apapun.
Tujuan utama dalam meditasi adalah:
(a) perenungan dan kebijaksanaan,
(b) perubahan dalam kesadaran
(c) relaksasi (L. Lichstein, 1988).
Efek meditasi oleh banyak pakar diyakini membawa dampak positif bagi kehidupan manusia
Dewasa ini meditasi digunakan dalam banyak hal. Ada yang melaksanakan meditasi untuk mendapatkan kedamaian dan kekuatan jiwa. Istilah meditasi telah dikenal luas baik, baik dari pendekatan awam maupun ilmiah. Akan tetapi banyak orang yang belum memahami tentang meditasi itu sendiri. Kebanyakan orang mempersepsikan meditasi dengan ritual agama tertentu bahkan ada yang mengkaitkan perdukunan atau klenik.
Walsh, Orntein, dan Maupin meditasi adalah suatu teknik latihan dalam meningkatkan kesadaran, dengan membatasi kesadaran pada satu objek stimulasi yang tidak berubah pada waktu tertentu untuk mengembangkan dunia internal atau dunia batin seseorang, sehinga menambah kekayaan makna hidup baginya. Meditasi adalah latihan olah jiwa yang dapat menyeimbangkan fisik, emosi, mental, dan spiritual seseorang.
Ada beberapa macam jenis ilmu meditasi antara lain:
(1) meditasi mantra, menurut Beson, Beary, dan Carol (dalam L. Lichstein, 1988) mantra dapat membantu individu mengalihkan perhatian menjauh dari kekhawatiran duniawi
(2) meditasi pernafasan (L. Lichstein, 1988), meditasi suara (Benson, 2000) Sedangkan efek dari tubuh memanipulasi karbon dioksida merupakan cara ampuh dalam reaksi biokimia tubuh (L. Lichstein, 1988)
(3) meditasi suara, objek yang menjadikan pusat perhatian dalam meditasi ini adalah suara
(4) meditasi visual, seseorang harus memilih satu objek sebagai stimulus untuk memusatkan perhatian
(5) meditasi gelembung pikiran, disebut sebagai penyadaran pikiran, karena dilaksanakan dengan memperhatikan pikiran-pikiran yang muncul (Benson, 2000).
Beberapa ahli memberikan istilah lain tentang meditasi yaitu Visualisasi (Epstein, 1988; Fanning, 1988), relaksasi (Benson, 1975), mind-body healing (Rossi, 1988), dan Mind-body medicine (Goleman&Gurin, 1993). Pada zaman sekarang meditasi banyak digunakan untuk mengurangi kecemasan, stress, dan depresi.
Ketenangan jiwa yang diperoleh ketika bermeditasi dengan baik mampu meredakan dan memungkinkan seseorang berpikir jernih dalam pengambilan suatu keputusan. Meditasi merupakan pengalihan perhatian ketingkat pemikiran yang lebih dalam hingga masuk ke tingkat pemikiran yang paling dalam dan mencapai sumber pemikiran (T. Mattesion, 2006). Meditasi mampu menurunkan tingkat rangsangan seseorang dan membawa suatu keadaan yang lebih tenang, baik secara psikologis maupun fisiologis (T. Mattesion, 2006).
Dengan relaksasi akan terjadi reaksi pada individu yang mampu meningkatkan kesehatannya secara umum dengan mempelancar proses metabolisme tubuh, laju denyut jantung lebih teratur, peredaran darah lancar, mengatasi berbagai macam penyakit, mendorong racun dan kotoran dari dalam tubuh keluar, menurunkan tingkat agretifitas dan perilaku-perilaku buruk dampak dari stress, menurunkan tingkat egosentris sehingga hubungan intra personal ataupun intra personal menjadi lancar, mengurangi kecemasan, pada anak-anak dapat meningkatkan intelegency meliputi karakter kognitif, matematis, logis serta karakter afektif, relational, kreatif dan emosional, pola pikir menjadi lebih matang, mempermudah dalam mengendalikan diri, meningkat kesejahteraan (Benson, 2000).
Herbert Benson mengadakan riset klinis, dengan menemukan bahwa meditasi mampu menghambat efek negative dari system simpatis- yang menimbulkan sikap agresif pada manusia jika terancam. Penelitian yang lain yang dilakukan menunjukan bahwa kadar melantonin yang lebih tinggi diketemukan pada orang-orang yang rutin melakukan meditasi (Iskandar, 2008). Kadar melantonin ini bermanfaat untuk membuat orang menjadi lebih senang dan bila kekurangan dapat menyebabkan gangguan tidur. Temuan serupa juga dikemukakan Ranjie Stegh meditasi menstimulasi kelenjar pineal sehingga meningkatkan melantonin dari 7 hingga 1000 persen.
CUPLIKAN SEMINAR MEDITASI DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI
Seminar berlangsung di Auditorium D 340 dan dihadiri oleh segenap mahasiswa Fakultas Psikologi dari berbagai angkatan. Hadir pula pada kesempatan tersebut dosen dari Fakultas Psikologi, Hendro Prabowo, S.Psi. yang mewakili Pudek III, Anita Zulkaida, S.Psi. M.Psi. Seminar dimulai pukul 09.00 dan dibuka secara resmi oleh Hendro Parbowo, S.Psi. Dalam kata sambutannya saat membuka acara seminar, Hendro mengatakan sangat bangga dan senang dengan pelaksanaan seminar ini. Dengan mengambil tema tentang meditasi, maka seminar ini merupakan kelanjutan dari kuliah umum yang mengambil tema tentang psikologi transpersonal yang berlangsung sebelumnya.“Sebagai pembicara dalam kuliah umum tersebut, saya menganggap seminar ini adalah kelanjutannya. Sebab antara psikologi transpersonal dan meditasi merupakan satu kesatuan yang utuh. Meditasi adalah bagian dari psikologi transpersonal,�? ujar Hendro.
Sementara itu, menurut ketua BEM Fakultas Psikologi, Rachmat Sutrisno, seminar ini merupakan program kerja BEM Fakultas Psikologi. Tujuannya adalah untuk membekali mahasiswa Fakultas Psikologi tentang meditasi berikut tata cara pelaksanaannya. Karena dalam seminar ini, selain mendapatkan materi tentang meditasi, mahasiswa juga akan melakukan praktek langsung meditasi bersama nara sumber.
Hal yang sama juga dinyatakan oleh Ketua Panitia, Muhammad Arif. Menurut Muhammad Arief, meditasi merupakan bagian dari ilmu psikologi, sehingga perlu diketahui oleh mahasiswa psikologi. Selain sebagai ilmu pengetahuan, mahasiswa juga perlu tahu bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal inillah yang paling penting untuk diketahui mahasiswa.Sebagai nara sumber dalam seminar ini, hadir pembicara tunggal, Heru Hidayatullah, S.Fil. SS. Pembicara adalah seorang Praktisi Filsafat, Spiritualitas, Meditasi, Wartawan dan juga Staf Pengajar Sosiologi dan Bimbingan Konseling SMA Islam Terpadu Al-Madinah. Menurut Heru, tugas utama manusia adalah mempertanyakan dan mempersoalkan sesuatu, tetapi bukan berarti bertanya dan mempersoalkan sesuatu yang tidak jelas. Kita bertanya tentang sesuatu yang bersifat nyata dan aktual, misalnya; apa rencana saya untuk menyelesaikan skripsi? Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana cara menyelesaikannya? Kenapa saya harus menyelesaikan skripsi saya? “Meditasi berasal dari Bahasa Yunani, meditation, yang artinya; bertafakur, merenungkan, memikirkan, mempertimbangkan,. Dengan demikian meditasi mengajak kita untuk kembali pada pemikiran dan kreatifitas diri kita,�? ujarnya.
Ditambahkannya, hidup adalah serangkaian perencanaan, konsisten adalah instrumennya dan tindakan adalah solusi menuju kesuksesan. Penerapan meditasi dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah tawaran di mana kita diajak untuk kembali pada konsistensi atau kita diajak untuk kembali pada titik nol rencana kehidupan kita. Maka dengan meditasi, kita akan mengetahui, mengenal, memahami dan memaknai diri kita pribadi.“Masalahnya kemudian adalah, di mana kita dapat bermeditasi, kapan waktunya, bisakah setiap orang melakukannya,�? “Ternyata, meditasi bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Kenapa demikian? Karena pikiran dan perasaan selalu ada dan hadir di mana saja, saat bercanda dengan teman, bernyanyi, tertawa, berjalan, diam dan sebagainya. Jadi bermeditasi tidak harus duduk diam di suatu tempat yang sunyi dan dengan waktu khusus,�? sambungnya.Seminar pun berakhir pukul 12.30 setelah sebelumnya diisi tanya jawab oleh para peserta dan penyerahan cindera mata kepada narasumber.



0 komentar:
Poskan Komentar